Hendak paku petiklah paku ilmu sare'at membelah kata
Paku ada ditanah seberang Yang satu di belah dua
Carilah aku tuntuti aku Alim ulama jangan di percaya
Aku berlindung dialam terang
hakikat ma'rifat yang pertama Wahai saudaraku handai taulan
itulah pakaian nabi dan ambiya Mengenal diri janganlah enggan
siapa saja yang mengetahuinya Malu bertanya sesat dijalan
itulah jalan menuju sempurna Diakhirat nanti pasti dapat siksaan
Biar alim dalam dunia Allah itu cuma nama
Tekelip buta hidup percuma Diambil dari asmaul husna
Bila Sholat mencari pahala Barang siapa menyembah nama
Tanda orang munafik kelihatannya Akan sesat selama-lamanya
Bukan aku tekelip buta Wahai saudaraku tua dan muda
Pimpinan asal semula fikirkanlah dengan nyata
Kini aku langsung menuju dia Tidak kenal yang punya nama
Tuhan Allah tiada perantara Amal ibadah tiada diterima
lahau lawala quwata illa billah = tidak ada daya upaya beribadah selain dengan pertolongan Allah
BalasHapusPantun ini mengingatkan kita , sampai dimana kajian ilmu hakikat ma'rifat kita, jangan hanya melajar hukum fiqih ,syari'at saja.
HapusManusia adalah mahluk Allah yang mulia jika ia tidak menyembah Nama, Tetapi apabila menyembah nama maka lebih hina dari binatang.
BalasHapusAllahumma solli 'ala sayyidina Muhammad
BalasHapusalhamdulillah
BalasHapuswafi ampusikum apa tubsirun
BalasHapus010..........?
BalasHapus“Tidur di atas kuduk karena bertafakur tentang kejadian langit dan bumi adalah tidurnya para nabi. Tidur di atas lambung kanan sambil mengingat Allah adalah tidurnya para ahli ibadah. Tidur di atas lambung kiri untuk melumatkan makanan adalah tidurnya para raja. Dan tidur menelungkup sambil memendam rasa dengki adalah tidurnya setan-setan.”
BalasHapusPantun yang pertama itu yang terbaik dalam semua pantun pantun
BalasHapus