TIDAK BISA BERIMAN DAN TAQWA YANG SESUNGGUHNYA KALAU BELUM MENGENAL ALLAH

Pahala Surga


Assalamu’alaikum......Wr. Wb.
Para ustad , ulama, kiyai, syekh dan yang lainnya dalam berdakwah sering kali mengajarkan kepada umat islam berbicara pahala dan surga bahkan mereka diperintah berlomba-lomba mengejar pahala dan surga. Ini adalah cara pandang yang kurang baik, beribadah dengan cara perhitungan Kepada Allah atau dengan kata lain meminta upah.

Mungkin kalau  tidak ada pahala dan surga mereka tidak mau berdakwah dan beribadah kepada Allah.   Sungguh sangat  memalukan

Allah sudah memberikan rahmat yang tak terhingga dari ujung rambut sampai ujung kaki  baik jasmani maupun  ruhani : pendengaran, penciuman, penglihatan, pengrasa, makanan, minuman dan lain sebagainya. Bahkan bumi dan langit beserta isinya diciptakan untuk manusia.  Apakah  mereka  tidak menyadari semua  itu ?........

jika beribadah itu alangkah baiknya karna cinta kepada Allah , bukan dengan cara  meminta upah. Allah berkata : Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah QS Albaqaroh 165. Kalau beribadah meminta upah itu artinya ibadah mengejar pahala kemegahan istana surga, ini berarti karena terpaksa dan dipaksa bukan dengan hati yang murni.

Kemudian Kalau kita cinta rasulullah tentunya mencontoh (teladan) ilmunya Muhammad Rasulullah yang baik dan benar (QS. Al-azhab 21 ).

Contoh (teladan) yang baik dan benar adalah sebagai berikut

“Katakanlah“ Aku tidak meminta upah sedikitpun dalam menyampaikan risalah ini melainkan mengharapkan kepatuhan bagi orang yang mengambil  jalan kepada Tuhannya. ( QS.Furqon 57 )."

Jika beribadah mengharapkan upah pahala, surga, kemegahan, kenikmatan, kekayaan berarti manusia itu tidak mengambil jalan yang lurus melainkan masuk ke jurang hina. Tetapi apabila manusia itu mengambil jalan kepada Tuhannya Allahu Rabby maka ia tidak meminta upah pahala surga dan yang lainnya.

Yang terbaik adalah kita mengharapkan Ridha Allah artinya Allah cinta, senang suka pada hambanya. Kalau Allah sudah Ridha sekalipun manusia itu ditempatkan dineraka maka nerakanya padam diganti dengan kenikmatan yang terbaik dari Allah.  Wassalamu’alaikum  ........Wr.Wb.

11 komentar :

  1. lanjutkan broo...

    BalasHapus
  2. Anonim24.9.13

    masalahnya Nabi ibrahim juga minta surga.

    (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
    dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian
    dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni'matan,
    SURAT 26. ASY SYU'ARAA' ayat 83-85.

    masa' para nabi ngajarkan pamrih dengan minta surga,,, Nabi Ibrahim gak ikhlas ibadah dong...
    mungkinkah begitu??????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada zaman nabi ibrahim belum ada Alqur'an , saya ambil contoh yang lain : dalam Al'qur'an Surat Taubah 100 . = Orang-orang yang terdahulu .........Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. TETAPI KENAPA ADA SEORANG NABI YANG TIDAK KEKAL DIDALAM SURGA DAN DIKELUARKAN ALLAH jawabnya Alqur'an belum ada.

      Hapus
    2. nabi ibrahim memohon golongan orang-orang saleh,
      arti orang yang soleh secara syari'at dan secara hakikat itu berbeda,

      Hapus
  3. Anonim5.10.13

    fainnal jannata lakiya rabbaka = hakikat surga adalah ketemu TUHANmu baik di dunia dan akhirat.Fainnal mauta lakiya RABBAka = sesungguhnya mati yang benar adalh bertemu TUHAAN MU di dunia dan akhirat...dari MI GINUK MAGETAN, Salam kenal

    BalasHapus
  4. surah dalam kitab Alqur'an itu ada dua misi . yang pertama misi syari'at dan yang kedua misi hakikat, jadi sejauh mana kemampuan ilmu yang mereka tuntut unutk memahaminya. para nabi itu adalah orang pilihan Allah, kalau ada kata-kata mereka yang kurang berkenan itu adalah sebagai pelajaran untuk umat manusia

    BalasHapus

  5. surah Assura 85 pada misi hakikat berbeda arti dengan arti syariat

    BalasHapus
  6. Pada zaman Nabi Ibrabim , Kitab Al=QUR'AN penyempurna kita sebelumnya belum diturunkan. Dengan adanya Nabi Terakhir Muhammad SAW membawa kitab suci Alqur'an UNTUK menyempurnakan Aqidah Ahlak Yang Sebelumnya.

    BalasHapus
  7. ya, tidak boleh meminta upah, kayak anak buah sama bosnya

    BalasHapus
  8. Dalam wirid lepas solat ada ayat...Allahumma ajirna minannar...
    dan di akhir wirid pun ada..Rabbana aatina......waqina azabannar...
    Pencerahan lagi t kasih.

    BalasHapus
  9. Tingkatan ilmu seseorang berbeda ada yang minta surga ada pula yang meminta lebih dari surga

    BalasHapus

komentarlah dengan hati yang murni baik dan bijak